Susahnya Menjadi Seorang Blogger

Menjadi seorang penulis online mungkin adalah hal yang cukup bisa di banggakan.

Dengan menjadi seorang blogger, ada banyak hal-hal baru yang di dapat.

Mulai dari mendapatkan pengetahuan baru, teman baru dan masih banyak yang lain.

Tetapi tidak semua hal dari blogging itu menyenangkan.

Kenyataannya dunia blogging juga penuh dengan hal-hal yang tidak menyenangkan.

Hal-hal itu sendiri berdasarkan pengalaman yang saya rasakan setelah hampir 2 bulan terjun kedalam dunia blogging.

1. Mencari ide untuk menulis itu susah

Pada awal membuat blog semua terlihat begitu sempurna. Menulis adalah hal yang indah, berbagi pegetahuan mulai dari hal-hal kecil berdasarkan pengalaman hingga hal-hal yang rumit seperti melakukan penelitian dan percobaan.

Tetapi seiring berjalannya waktu, semakin banyak hal yang sudah di tulis. Pengetahuan dan pengalaman pun sudah terkuras kedalam tulisan.

Ide-ide baru sangat susah untuk ditemukan. Bahkan waktu yang dibutuhkan untuk mencari ide lebih banyak dari pada waktu menulis.

2. Menulis menjadi tuntutan yang membuat stress

Terjun kedalam dunia blogging sama halnya sebuah acara di televisi.

Setiap hari harus memberikan hal baru untuk di konsumsi pengunjung.

Keharusan itu menjadi sebuah tuntutan yang harus dilakukan.

Tetapi mencari ide untuk menulis tidaklah semudah yang di bayangkan.

Pada akhirnya hanya menjadi beban pikiran yang bahkan bisa mengganggu kehidupan.

3. Susahnya membuat artikel yang layak dibaca

Susahnya mencari ide tetapi tuntutan menulis harus tetap dilakukan.

Sehingga terkadang hal-hal buruk pun terlintas di pikiran.

Seperti meniru hasil tulisan orang lain dan mengakuinya sebagai hasil usaha sendiri.

Tetapi itu adalah hal yang buruk untuk dilakukan.

Sehingga harus mengingatkan pada diri sendiri untuk terus berada pada jalan yang benar.

Niat dan usaha akan menghasilkan karya. Meskipun susah tetapi harus asli buatan sendiri.

4. Artikel yang ditulis tidak muncul di mesin pencarian

Sebagai penulis selalu ada harapan agar tulisan bisa muncul di rak depan mesin pencarian.

Tetapi itu bukan hal yang mudah, melihat bahwa bukan hanya ada satu tulisan yang membahas tema yang sama.

Akhirnya, meskipun terpaksa terapi harus puas ketika hasil tulisan ditaruh di rak paling belakang yang bahkan tidak pernah diperhatikan oleh pembaca.

5. Sudah banyak nulis tapi tidak ada pembacanya

Setelah usaha dan perjuangan menulis yang cukup panjang.

Menghasilkan puluhan tulisan yang layak untuk dibaca.

Tapi semua itu sia-sia setelah tahu tidak ada satupun orang yang membacanya.

Pikiran dihadapkan dalam penyesalaan dan putus asa.

6. Menyerah adalah solusi terbaik

Akhirnya, setelah begitu besar rasa putus asa. Hanya kata menyerah yang menjadi jalan pintas untuk mengakhirinya.

Tetapi semangat dan dukungan dari teman-teman sesama blogger, menjadi awal baru untuk menjalani suka dan duka menjadi seorang blogger.

Please follow and like us:
0

Satu gagasan untuk “Susahnya Menjadi Seorang Blogger

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *